Senin, 19 Oktober 2009

LIQUOR; The Bad News and The Good News

Here comes the bad news about liquor in Indonesia
1. Mabuk minuman keras, seorang preman ganggu istri ABRI.
2. Serombongan pelajar merayakan kelulusan dengan pesta miras dan mabuk-mabukan.
3. Seorang suami nekat menempeleng sang istri lantaran ditegur saat mabuk
4. Kakek mabuk perkosa cucu sendiri.
5. Mahasiswa Fakultas Kimia ditemukan tewas sehabis menenggak miras racikan sendiri.
6. Seorang pengusaha dibuat mabuk dan dijebak bersama WTS oleh lawan bisnisnya
7. Anak SMP kedapatan mabuk. Mengaku baru pertama kali mencoba
8. Penonton konser mabuk. Pertunjukan bubar. Polisi giring 15 tersangka.
9. Pertandingan sepakbola ricuh. Suporter mabuk saling baku hantam.
10. Artis sinetron mabuk di lokasi syuting. Rumah produksi tuntut manajernya.
11. Sopir bus mabuk oplosan lindas pengendara motor. Kernet melarikan diri.
12. Anggota DPR ditangkap saat pesta miras bersama pengusaha tender.


And here’s the good news:
Kita bisa mengubah itu semua


Gue selalu saja dengan mudah menemukan berita tentang apa yang terjadi jika orang Indonesia bertemu dengan minuman beralkohol. Menurut saya mereka yang bertindak negatif akan lebih banyak daripada yang positif.
Kenapa sih kita harus sampai mabuk ketika diajak minum? Ngga bisa ya cukup sampai level enjoy lalu pulang ke rumah?
Kenapa sih kita cenderung menggunakan minuman keras untuk pelarian? Ngga bisa ya untuk konsumsi biasa aja?

Sekali lagi itu semua bisa kita ubah, setidaknya ini yang akan gue lakukan.
Dan gue percaya gue bisa!

1 komentar: